Search

Loading...

Tuesday, June 10, 2008

Makanan sarat Gizi bagi wanita hamil

"Semakin tua (di atas 35 tahun) pasangan (istri maupun suami) akan semakin besar risiko melahirkan anak sehat dan normal," ujar dr. RB Ontowiryo HP, spesialis kebidanan dan penyakit kandungan dari RS Ibu dan Anak Harapan Kita, Jakarta.

Setiap wanita hendaknya menyiapkan kehamilan sebaik mungkin. Badan sehat, tidak stres, dan keadaan lingkungan menunjang. Pertimbangkan juga soal usia.

Pada kehamilan trisemester pertama, perlu diperhatikan kebutuhan gizi seimbang yang akan menunjang pertumbuhan janin yang sehat. Makanan sehat seyogianya diperhatikan sejak masa prakonsepsi.

Menurut dr. Elvina Karyadi, M.Sc., Ph.D., ahli gizi dari SEAMEO Tropmed, UI, kalori dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta, serta pembentukan enzim dan hormon yang mengatur petumbuhan janin. Protein yang banyak terdapat pada daging, kaju, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu dan tempe, berguna untuk membangun sel-sel baru janin (sel darah, kulit, rambut, kuku, dan jaringan otot).

Vitamin dan mineral, seperti vitamin A untuk pertumbuhan janin, vitamin B1 dan B2 serta niasin untuk proses metabolisme tubuh. Vitamin B6 dan B12 untuk mengatur penggunaan protein, sedangkan vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi selama hamil atau mencegah anemia.

Vitamin D pada susu dan olahannya serta kacang-kacangan, menopang pembentukan tulang, gigi, serta persendian janin. Vitamin E untuk pembetukan sel-sel darah merah serta melindungi lemak dari kerusakan.

Asam folat dan seng dalam sayuran dan buah-buahan seperti jeruk, pisang, brokoli, serta wortel untuk pembentukan susunan saraf pusat dan otak janin. Selama hamil juga dianjurkan makan banyak serat dan minum air putih.

Elvina menganjurkan pula agar untuk sementara menghindari makanan yang diawetkan, juga junk food, makanan berkalori atau bergula tinggi, lemak, minuman berkafein (kopi dan cola), serta soft drink. Hindari pula makanan yang tidak diolah secara sempurna, karena dikhawatirkan masih mengandung kuman. Hentikan pula kebiasan merokok.

Bila terasa lapar, sebaiknya makan banyak sayuran, buah-buahan segar, jus buah, serta yoghurt. Kalau merasa mual, konsumsilah makanan ringan mengandung zat tepung yang dapat dimakan sedikit demi sedikti tetapi sering. Pilih makanan yang tidak terlalu berbumbu dan kurangi pedas. (intisari)

Sumber:
http://www.kompas.co.id

No comments:

Sharing health knowledge and herbal medicines